Penetasan Telur

Lahir dari permasalahan yang ada bahwa bebek jarang untuk mengerami telurnya sendiri, dari permasalahan itulah kami kknm kawahmanuk ingin mencari solusi dari permasalahan tersebut. Berawal dari permintaan pak kades atau yang akrab dipanggil pak kuwu untuk membuat sebuah inkubator alat penetasan telur, maka lahirlah inovasi dari tangan mahasiswa kknm kawahmanuk universitas padjadjaran. Inkubator adalah alat yang digunakan sebagai alat penetas telur hingga menjadi suatu organisme tanpa harus di erami oleh induknya sendiri.

alat-penetas-telur_170122_0012

PERALATAN & PEMBUATAN MESIN PENETAS TELUR
1.Siapakan sebuah peti yang berukuran 60 x 60 x 35 cm yang kerangkanya terbuat dari kayu sedangkan dindingnya terdiri dari dua lapis triplek dengan jarak 3 cm. Peti tersebut harus dilengkapi dengan rak telur yang terbuat dari kawat rammyang diletakkan 5 cm diatas dasar peti.
2.Pastikan juga peti dilengkapi lubang ventilasi berdiameter 1 cm yang berfungsi untuk pernafasan embrio, usahakan dibuat dua buah pada masing-masing dinding dan 5 buah lubang pada bagian atas.
3.Sumber panas bisa dibuat dari dua buah lampu pijar 25 watt dan dua lampu pijar 15 watt. Apabila sumber panas dibuat dari lampu minyak, maka peti harus dilengkapi dengan pipa seng atau logam yang berbentuk L atau siku-siku yang berfungsi untuk menyalurkan panas dan lampu kedalam peti. Jangan lupa lampu minyak haruslah dilengkapi semprong.
4.Untuk menjaga kelembaban udara di dalam ruang peti, siapkan bak air yang terbuat dari seng berukuran 30 x 30 x 2 cm yang diletakkan di bawah rak telur.
5.Untuk mengukur suhu di dalam ruang penetas siapkanlah sebuah termometer berskala fahrenheit yang diletakkan di atas susunan telur.

alat-penetas-telur_170122_0002

PERSIAPAN PENGGUNAAN MESIN PENETAS

  • Sebelum mesin tetas dipakai terlebih dahulu perlu dibersihkan dari hama dengan cara menyemprotkan air panas. Dan jangan menggunakan bahan-bahan kimia.• Bak air yang telah disiapkan tadi di isi air hangat kemudian ditutup dengan kain hingga kain tersebut terendam. • Sebelum digunakan, mesin perli diuji coba terlebih dahulu selama 24 jam untuk mendapatkan temperatur yang stabil yaitu sekitar 102-104 fahrenheit.

    alat-penetas-telur_170122_0005

JADWAL PELAKSANAAN & PENGOPERASIAN

 

  • Hari ke 1 : Masukkan telur ke dalam mesin yang telah siap pada pagi hari, dengan posisi ujung telur dibawah dan bagian tumpul telur diatas dengan sudut 40 derajat kemudian ventilasi ditutup hingga hari kedua.
  • Hari ke 3 : Putarlah telur 3 kali sehari pagi pada jam 07.00 WIB< siang jam 12.00 WIB, dan sore jam 19.00 WIB. Perlu diperhatikan bahwa telur jangan sampai dikeluarkan dari ruang mesin penetas.
  • Hari ke 4 : baliklah posisi telur dan dinginkan selama 15 menit dan buka ventilasi ¼ bagian saja.
  • Hari ke 5 : baliklah telur dan didinginkan serta ventilasi dibuka ½ bagian.
  • Hari ke 6 : Baliklah telur dan dinginkan serta ventilasi dibuka ¾ bagian.
  • Hari ke 7 : Baliklah telur dan dinginkan dengan ventilasi dibuka seluruhnya. Kemudian telur di sortir dengan cara disenter diruang yang gelap untuk mengetahui telur yang kosong. Apabila dari hasil penyenteran terlihat jernih itu berarti telur itu kosong sehingga perlu di pisahkan.
  • Hari ke 8-13 : Baliklah telur dan dinginkan
  • Hari ke 14 : baliklah telur dan dinginkan, kemudian disenter lagi untuk mengetahui yang bibitnya mati. Telur yang mati akan terlihat lingkaran darah atau cairan, sedangkan telur yang hidup akan terlihat satu titik dan cabang.
  • Hari ke 15-18 : Baliklah telur dan dinginkan
  • Hari ke 19 : Telur mulai retak, gantungkanlah kain basah untuk menambah kelembaban dalam mesin.
  • Hari ke 20 : telur mulai menetas, tutuplah kaca pengintai dengan kertas atau kain hitam.
  • Hari ke 21 : telur sudah menetas, maka bak air dan kain bisa dikeluarkan dari mesin penetas.
  • Hari ke 22 : Anak ayam yang baru menetas dikeluarkan dan pindahkan pada peti induk buatan.

alat-penetas-telur_170122_0011

pembuatan inkubator didanai oleh desa kawahmanuk dengan bahan utama berupa duplek, kayu reng, lampu pijar dan termostat. Pembuatan alat penetasan telur dilakukan di rumah singgah kknm kawahmanuk di minggu ke 3. Inkubator yang dibuat selanjutnya akan dibuat workshop cara pembuatannya untuk masyarakat desa kawahmanuk. Harapan dari kami tim kknm kawahmanuk universitas padjadjaran kedepannya banyak warga yang bisa untuk membuat alat inkubator tersebut, sehingga dari permasalahan yang ada setiap warga bisa memecahkan solusi dari permasalahan tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s